DAMPAK MUSIM KEMARAU MULAI TERASA ; Banyumas Selatan dan Barat Kekeringan

Bahkan di beberapa desa di Gumelar dan Lumbir warga yang sebelumnya memanfaatkan air sungai, mulai membuat kubangan air di tengah sungai. “Karena sungai kering warga terpaksa harus membuat kubangan air,” kata Agus (40) warga Desa dan Kecamatan Lumbir Banyumas.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan oleh sebagian warga di Desa Samudra dan Gumelar, Kecamatan Gumelar. Setiap sore dan pagi warga berdatangan ke sungai untuk membuat kubangan air di tengah sungai yang melintas di desa tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Banyumas Ir Wisnu Hermawanto ketika dihubungi Senin (6/8) menjelaskan, beberapa sumber mata air yang ada di wilayah Banyumas bagian barat dan selatan debitnya sudah berkurang. “Kemungkinan puncaknya nanti pada akhir Agustus 2007, dengan catatan selama bulan ini tidak hujan,” kata Wisnu Hermawanto.

Menurunnya debit air dari sumber mata air juga menyebabkan sedikitnya 375 hektar tanaman padi berumur muda di 13 kecamatan Kabupaten Banyumas terancam kekeringan lantaran petani kesulitan untuk mengairi dari saluran irigasi.

Sejumlah kecamatan yang paling parah kekurangan air seperti Kecamatan Ajibarang, Jatilawang, Purwojati, Rawalo, Sumpiuh, Tambak, Kalibagor dan Banyumas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemkab Banyumas melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) sudah memberikan 113 pompa air kepada kelompok tani (Klomtan) yang sawahnya kekeringan.

“Pompa air tersebut merupakan bantuan dari Pemprop Jawa Tengah dan Pemkab Banyumas sejak tahun 2002. Hingga sekarang kondisi pompa air masih bisa dipakai untuk menyedot air dari sungai ke sawah,” kata Kepala Dispertan dan Tanaman Pangan Kabupaten Banyumas Ir Djoko Wikanto saat dihubungi terpisah .

Para petani menjelaskan, sekitar 3 minggu mulai kesulitan air, akibat irigasi yang diandalkan mengering. Padahal tanaman padi yang berumur sekitar dua puluh hari tersebut sangat membutuhkan air. Jika tidak segera dialiri air, kemungkinan tanaman padi akan puso. (Dri)-m

Sumber: http://www.perumperhutani.com/komunitas/pustaka/berita/?sub=40

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.